Rakor P4GN Kab. Tanah Bumbu Tahun 2020

Tim P4GN Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Koordinasi Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Prekursor Narkotika Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2020.
Rakoor digelar Rabu (26/08/2020) di Ruang Rapat Bersujud 1 Kantor Bupati Tanbu dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Ready Kambo yang juga selaku Pembina Tim P4GN.
Peserta rakoor terdiri dari berbagai elemen mulai dari Kodim 1022 Tnb, Polres, Kejaksaan Negeri, Satpol PP dan Damkar, Dinas Pendidikan, Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum Setda Kab Tanbu, dan Bagian Kesra Setda Kab. Tanbu.
Wabup Ready Kambo saat membuka Rakoor Tim P4GN berharap komitmen bersama peserta rakoor untuk mampu mengintegrasikan program kegiatan dan langkah lain yang dibutuhkan dalam mengupayakan penanggulangan penyalahgunaan narkoba secara terpadu dan konfrehensif.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Tanbu Darmiadi yang juga selaku Sekretaris Tim P4GN Tanbu mengatakan rakoor membahas rencana aksi P4GN Tahun 2020 dan 2021.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan diantaranya sosialisasi P4GN, test urine, penyuluhan hukum, rehabilitasi pengguna narkoba, dan lainnya.

RAPAT KOORDINASI TIM TERPADU PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN) DAN PREKURSOR NARKOTIKA KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2020

A. Waktu Pelaksanaan
1. Tempat : Gedung Kantor Bupati Tanah Bumbu Lt.3 Ruang Rapat Bersujud I
2. Hari : Rabu
3. Tanggal : 26 Agustus 2020
4. Waktu : 10.00 s.d. 11.45 Wita

B. Peserta
Rapat Koordinasi dihadiri oleh:
1. Wakil Bupati Tanah Bumbu
2. Pasi Intel Kodim 1022 Tanah Bumbu
3. Kasat Narkoba Polres Tanah Bumbu
4. Kasat Binmas Polres Tanah Bumbu
5. Jaksa Fungsional Kejari Tanah Bumbu
6. Kaposda BIN Tanah Bumbu
7. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat
8. Kepala Bidang PPUD Satpol PP dan Damkar
9. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial
10. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan
11. Kepala Bidang Perbendaharaan
12. Kasubbag. Kesejahteraan Masyarakat
13. Kasubbag. Perundang-undangan
14. Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional
15. Kasi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

C. Hasil Kegiatan
Beberapa hal disampaikan oleh Tim P4GN adalah:
1. Sambutan Bupati Tanah Bumbu
Sambutan Bupati Tanah Bumbu disampaikan oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Ready Kambo bahwa:
a. Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) merupakan upaya kita bersama untuk mengantisipasi sekaligus mengatasi berkembangnya peredaran narkotika di Kabupaten Tanah Bumbu.
b. Para pengedar narkoba terus bergerak menggunakan berbagai modus yang sering tidak terduga sama sekali untuk mengelabuhi semua pihak termasuk aparat hukum.
c. Kita tidak boleh kalah dengan para pengedar narkoba, mereka harus dihentikan, harus dilawan dan tidak bisa dibiarkan lagi sebab apa yang mereka lakukan adalah menghancurkan Sumber Daya Manusia.
d. Sangat mengharapkan komitmen semua pihak tekhusus kepada peserta rapat koordinasi untuk mampu mengintegrasikan program kegiatan dan langkah lain yang dibutuhkan dalam mengupayakan penanggulangan penyalahgunaan narkotika secara terpadu dan komprehensif.

2. Pengarahan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
a. Salah satu syarat terbentuknya BNN Kabupaten adalah diperlukan data penyalahgunaan dan peredaran narkoba, data orang direhab, rutin menyampaikan laporan kegiatan pencegahan, penindakan, rehabilitasi dan besarnya anggaran yang digunakan.

3. Penyampaikan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanah Bumbu diwakili oleh Jaksa Fungsional. Menyampaikan bahwa bagian pidana umum melakukan penuntutan peredaran narkotika selaku penindakan. Jumlah perkara yang ditangani sejak bulan Januari s.d. Agustus 2020 sebanyak 83 perkara.

4. Penyampaikan Pasi Intel Kodim 1022 Tanah Bumbu
Kapten Cba Virgo Eviryansyah, SH selaku Pasi Intel Kodim 1022 Tanah Bumbu menyampaikan bahwa:
a. Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi Pasi Intel Kodim 1022 Tanah Bumbu.
b. Setiap triwulan melaksanakan sosialisasi dan tes urine bagi anggota Kodim 1022 Tanah Bumbu. Hal ini perlu diapresiasi bagi anggota karena selama hasil pemeriksaan narkoba hasilnya selalu nihil. Untuk kedepannya tetap dilaksanakan sosialisasi dan pemeriksaan urine termasuk keluarga anggota Kodim dan sosialisasi P4GN untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.
c. Tanah Bumbu merupakan daerah perlintasan ke Kalimantan Timur, Jawa, Sulawesi dan Banjarmasin. Hal ini menjadi tempat strategis bagi pengedar narkotika. Kondisi Tanah Bumbu saat ini bukan lagi tempat transit peredaran narkotika, akan tetapi sudah menjadi pasar peredaran nakotika.
d. Peredaran narkotika lebih masif, hal ini ditemukan sabu-sabu sebanyak 300 kg di Banjarmasin. Dan untuk daerah Tanah Bumbu sendiri pengguna narkoba banyak ditemukan dikalangan sektor pertambangan di Sungai Danau Kecamatan Satui.
e. Mengharapkan semua Tim Terpadu P4GN Kabupaten Tanah Bumbu dapat bekerja bersama-sama menjaga masyarakat dengan terus melaksanakan sosialisasi P4GN. Dan mengharapkan terbentuknya BNN Tanah Bumbu nantinya bisa dilibatkan Tim Terpadu P4GN.
f. Pentingnya deteksi dini dan cegah dini melalui implementasi laporan informasi melalui grup WhatsAPP.

5. Penyampaikan Kasat Binmas Polres Tanah Bumbu
AKP. Sjaiful Jayadiningrat, S.Sos selaku Kasat Binmas Polres Tanah Bumbu menyampaikan bahwa:
a. Kalimantan Selatan tercatat sebagai ranking 4 (empat) pengedar dan pengguna narkotika di tingkat nasional dan Tanah Bumbu termasuk ranking 5 (lima) pengedar dan pengguna narkotika di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini bukan prestasi yang membanggakan, akan tetapi merupakan ancaman bagi kita semua karena pengguna narkoba bukan hanya kalangan anak-anak dan remaja tapi termasuk orang tua.
b. P4GN dapat diatasi seperti halnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melaksanakan sosialisasi langsung ke desa-desa dan mengunjungi Majelis Taklim dan tempat ibadah bertujuan untuk menginformasikan dan memberi pemahaman tentang bahaya penggunaan narkoba.

6. Penyampaian Kasat Narkoba Polres Tanah Bumbu
IPTU Frederikus Salama, SH Kasat Narkoba Polres Tanah Bumbu menyampaikan bahwa:
a. Data pengguna dan pengedar narkotika sangat signifikan meningkat. Hal ini dapat dilihat bahwa tahun 2019 ditemukan 118 kasus dan 158 tersangka, dan per Agustus tahun 2020 ditemukan 51 kasus dan 58 tersangka. Tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan (divonis) dan dilanjutkan ke Lapas.
b. Kasus tersangka pengedar (bandar) sebagian besar adalah perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pekerja warung malam.
c. Sabu-sabu yang ditemukan sebanyak 300 kg di Banjarmasin berasal dari jaringan Malaysia dan jaringan tersebut sudah masuk ke Kalimantan Timur, dan petugas lidik berhasil menggagalkan aksinya masuk ke Kalimantan Tengah.
d. Kalimantan Selatan bukan lagi daerah transit, dan sudah menjadi pangsa pasar yang merata di seluruh wilayah kabupaten. Untuk wilayah Tanah Bumbu, pengedar dan pengguna narkotika melibatkan semua kalangan termasuk pengangguran, pekerja, PNS dan Polri.
e. Anggota Polri secara rutin melaksanakan tes urin, dan akan ditindak pidana bagi anggota yang bermain narkoba. Terkhusus anggota di Satresnarkoba juga dilakukan pemeriksaan narkoba, karena jangan sampai tim sendiri yang terlibat.
f. Pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika memiliki ciri tersendiri yang dapat dilihat dari segi sikap, psikis dan kinerja. Hal ini menjadi rahasia Polri mendeteksi ciri-ciri tersebut.
g. Peminat narkoba sangat banyak dan pengedar narkotika merangkap jadi pengguna. Untuk sistem transaksi dari satu pengedar ke pengedar lainnya bisa tidak langsung bayar (cara utang) sampai ke pengguna. Hasil yang didapat dianggap bisnis menjanjikan karena memberikan banyak keuntungan.
h. Peredaran narkotika kadang sistem putus, hal itu perlu mempelajari secara mendalam untuk mengungkap kasusnya.
i. Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu melaksanakan penyuluhan ke sekolah, perusahaan, bandara dan pelabuhan.
j. Perlu dilaksanakan pelaporan secara kontinyu ke Sekretariat Tim sebagai bahan penyusunan kebijakan P4GN Tanah Bumbu.
k. Setiap melaksanakan penyuluhan perlu menghimbau masyarakat untuk menginformasikan bahwa rehabilitasi merupakan solusi penyembuhan pengguna narkoba.

7. Penyampaian Dinas Kesehatan
Zainal Husni, S.KM.MM selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan menyampaikan bahwa:
a. Pencegahan dan pemberantasan narkotika perlu peran serta seluruh masyarakat.
b. Tempat rehabilitatif pemulihan fisik dan mental supaya sembuh belum ada di Tanah Bumbu.
c. Dinas Kesehatan melaksanakan sosialisasi P4GN di sekolah-sekolah dan melibatkan Puskesmas diwilayahnya; dan sudah 2 (dua) kali melaksanakan tes urine bagi pegawai pemerintah daerah.

8. Penyampaian Satpol PP dan Damkar
Kepala Satpol PP dan Damkar diwakili oleh Kepala Bidang PPUD menyampaikan bahwa:
a. Sering dilaksanakan penyuluhan intern dan tes urine bagi anggota Satpol PP dan Damkar untuk mendeteksi anggota mengonsumsi narkoba.
b. Diperlukan secara berkala untuk melaksanakan penyuluhan intern bagi kalangan linmas, karena linmas merupakan telinga satpol dan jumlahnya cukup besar yaitu sekitar ±1.000 orang linmas.
c. Mengharapkan ada himbauan atapun sosialisasi P4GN secara terbuka melalui media elektronik (radio) dan media cetak (baliho). Hal ini banyak masyarakat mengetahui pelaku pengedar dan pengguna narkotika, namun merasa takut dan bingung dimana tempat melapor. Dengan adanya Tim P4GN dapat memfasilitasi tempat pelaporan pengaduan masyarakat melalui pesan sms, whatsApp ataupun sejenisnya.
d. Mengharapkan Tim Terpadu P4GN dapat melaksanakan komunikasi dan koordinasi secara aktif.
9. Penyampaian Dinas Sosial
Kepala Dinas Sosial diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial menyampaikan bahwa:
a. Penanganan klien korban penyalahgunaan napza di tahun 2020 sebanyak 1 (satu) orang.
b. Maraknya pengguna lem oleh kalangan anak-anak SD ditemukan di depan Pasar Minggu Simpang Empat dan Pagatan. Dan korbannya ada yang dirantai oleh orang tuanya karena sikapnya yang mengkhawatirkan.
c. Biaya rehabilitas korban penyalahgunaan napza semuanya ditanggung oleh Pemerintah Pusat, namun biaya pengiriman ke tempat rehabilitas dan penjemputan dari tempat rehabilitas tidak menjadi tanggungan Pemerintah Pusat. Tempat rehabilitasinya berada di Rumah Sakit Sambang Lihum Banjarmasin.
d. Jika menemukan korban penyalahgunaan napza secepatnya direkomendasikan ke Dinas Sosial untuk diantar ke Rumah Singgah selama 1 hari, lalu dicek di RSUD. dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu. Jika kondisinya masih aman berarti perawatannya cukup di RSUD, dan jika kondisinya mengkhawatirkan maka akan dirujuk ke RS. Sambang Lihum.
e. Banyaknya orang tua yang merasa takut melaporkan anaknya untuk direhabilitasi, untuk itu diharapkan semua anggota Tim Terpadu P4GN bersama-sama melaksanakan penyuluhan tentang rehabilitasi sebagai solusi penyembuhan korban penyalahgunaan napza.

D. Kesimpulan:
1. Tanah Bumbu bukan lagi sebagai daerah transit peredaran narkotika, akan tetapi sudah menjadi pangsa pasar peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
2. Laporan P4GN yang dilaksanakan SKPD secara rutin disampaikan ke Sekretariat Tim P4GN melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik dengan melampirkan data dukung seperti foto kegiatan, absensi peserta ataupun sejenisnya.
3. Sosialiasi P4GN dapat dilaksanakan secara terbuka melalui media baliho, selanjutnya akan ditindaklanjuti meminta persetujuan pimpinan untuk diajukan ke Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah.
4. Setiap ada pelaksanaan kegiatan SKPD agar menyelipkan sosialisasi P4GN ke masyarakat.
5. Rehabilitasi adalah solusi penyembuhan pengguna napza, dan Tim P4GN berkomitmen untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang terpapar narkoba untuk segera merekomendasikan ke Dinas Sosial untuk direhabilitasi.
6. RS. Sambang Lihum adalah tempat rehabilitasi pengguna narkoba dan segala biaya rehabilitasi ataupun karantina pengguna narkoba ditanggung oleh Pemerintah Pusat kecuali biaya pengiriman ke tempat rehabilitasi dan penjemputan dari tempat rehabilitasi.
7. Tim P4GN berkomitmen menyampaikan informasi melalui grup whatsApp guna mempercepat deteksi dini dan cegah dini.
8. Tim P4GN mengharapkan perhatian Pemerintah Daerah tentang anggaran pelaksanaan program kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diperlukan oleh masing-masing SKPD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *