110 Aktivis Parpol Ikuti Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik

Sebanyak 110 aktivis perempuan anggota dari 15 partai politik peserta Pemilihan Legislatif 2019 mengikuti pelatihan “Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender Angkatan VI.”

Pelatihan yang diadakan oleh Badan Kesatuan  Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta ini diadakan di Hotel Green Forest, Bogor selama 3 hari, Selasa-Jumat, 24-27 Juli 2018.

Menurut Kepala Bidang Politik dan Demokrasi, Drs. Almer Nainggolan pada saat membacakan sambutan Plt. Kepala Badan  Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si yang berhalangan hadir, Amer mengatakan keberadaan perempuan di lembaga legislatif masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan target Proporsi anggota legislatif perempuan yang terpilih gagal mencapai affirmative action 30 persen pada Pemilu 2014.

Catatan Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta pada Pemilu di DKI Jakarta 2014 soal kuota itu mengalami penurunan dibandingkan Pemilu 2009 yaitu dari 22 orang (23.4%) menjadi 19 orang (17.9%). Walaupun jumlah caleg perempuan meningkat dari 296 orang (26%) pada pemilu 2009 menjadi 425  orang (33.4%) pada Pemilu 2014.

Almer menegaskan, guna meningkatkan kuota perempuan di DKI, Kesbangpol DKI menggelar Kegiatan “Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender Angkatan VI.

“DKI Jakarta berkepentingan dengan peningkatan jumlah anggota perempuan di DPRD. Dengan naiknya jumlah keterwakilan perempuan maka akan dihasilkan kebijakan yang pro perempuan dan itu berarti akan banyak regulasi yang pro peningkatan kesejahteraan perempuan di legislatif,” ujarnya.

Almer mengakui, masih ada persoalan representasi perempuan menjadi anggota parlemen seperti kuatnya persoalan budaya patriarkhi, kurangnya modal dan jaringan, persoalan internal partai, serta kuatnya persaingan calon laki-laki.

Kesbangpol DKI Jakarta, kata Almer, tentu tidak bisa sendirian meningkatkan kapasitas perempuan dii lembaga politik. Karena itu, elemen-elemen lain dalam masyarakat juga harus memainkan peranan penting dalam proses ini. Termasuk jika ada kader-kader perempuan yang beruntung ke Kebon Sirih harus tetap aktif memperjuangkan aspirasi perempuan ke pihak pengambil keputusan dan mengawal implementasinya.

Kesbangpol DKI selama ini terus mengadakan  kegiatan pemberdayaan politik perempuan. Taufan mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat menambah wawasan dan menghasilkan output yang bermanfaat dalam upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender serta implementasinya di Indonesia dan di Provinsi DKI Jakarta pada khususnya terutama menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang akan datang.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Pendidikan Budaya Politik, Handoko Murhestriyarso mengatakan kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber utama yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Dari Direktorat Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI, mengulas soal “Aspek-Aspek Kebijakan Negara yang Mendukung Peningkatan Representasi Politik Perempuan di Lembaga Legislatif,”  dan Ir. Hamry Gusman Zakaria,MM., membahas “Etika Komunikasi Politik dan Strategis Penyusunan Program Sosial Kemasyarakatan.”

Di hari kedua, narasumbernya yaitu,  Anggota Komisi A DPRD Prov. DKI Jakarta, H.M. Subki, Lc, “Peran Partai Politik dalam Mendukung Keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif,”

dan akademisi Fajar Nursahid, S.Sos, M.Si, membahas “Fenomena Pemilu Serentak Tahun 2019 dan Dampaknya bagi Perkembangan Demokrasi di Indonesia.”

Pada hari Kamis, narasumbernya yaitu Pratiti Budi Asih,SHT,MM.. mengulas soal “Strategis dan Perolehan Suara Minimal Dalam Perebutan Kursi di DPRD,” dan Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Polhukam Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, membahas soal “Grand Design Peningkatan Keterwakilan  Perempuan di Lembaga Politik dan sebagai Pengambil Keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *