Elit Politik dan Masyarakat Harus Paham Arti Demokrasi

Di masa transisi demokrasi, sangat penting seluruh elit pemimpin memahami arti demokrasi. Karena harus diakui,  setelah beberapa puluh tahun reformasi berjalan, masih  terlihat rendahnnya tingkat kesadaran dan pemahaman tentang arti demokrasi di kalangan elit dan masyakarat.

“Banyak pemimpin dan wakil rakyat yang dihasilkan melalui proses demokrasi langsung yaitu pemilu, namun kualitas maupun kuantitas masih jauh dari yang diharapkan,” kata Direktur Politik Dalam Negeri Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Polpum Kemendagri) Bahtiar, di Jakarta, Minggu (3/6).

Tidak hanya elit, lanjut Bahtiar, pemahaman akan arti demokrasi juga belum terbangun kukuh di tengah masyakarat. Ia contohkan masih banyak masyarakat yang masih permisif terhadap praktek politik uang. Ini tentu pekerjaan rumah bagi semua elemen bangsa yang pro demokrasi menguatkan pemahaman akan arti demokrasi yang subtansial.

“Kebanyakan masyarakat masih terbujuk rayuan money politik, sehingga akhirnya terpilih pimpinan atau anggota legislatif berjiwa serta bermental rendah. Ini merupakan PR bersama antara pemerintah dan legislatif yang harus diperbaiki,” kata dia.

Atas dasar itulah, pihaknya dalam hal ini Ditjen Polpum gencar melakukan sosialisasi UU Pemilu. Harapannya lewat sosialiasi bisa dibangun pemahaman tentang arti demokrasi. Sehingga tak hanya tingkat partisipasi yang meningkat, tapi masyarakat pun bisa lebih melek politik. Diharapkan mereka bisa jadi pemilih yang cerdas dan rasional.

“Harapannya dengan sosialisasi Undang Undang nomor 7 tahun 2017, mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat bukan hanya dari aspek jumlahnya, akan tetapi partisipasi politik masyarakat menjadi pemilih yang berkualitas, agar mendapatkan pemimpin yang berkualitas,”katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *