Kemajuan Umat, Masyarakat, dan Bangsa Harus Terus Dibangun

Allah SWT memerintahkan kepada semua agar kemajuan umat, kemajuan masyarakat, dan kemajuan bangsa harus terus dibangun. Membangun kemajuan umat, masyarakat, dan bangsa itu dengan menjadikan agama sebagai ajaran suci yang menuntun manusia untuk memperkokoh iman, memperkuat akhlakul karimah dan menyelamatkan manusia dari perbuatan nista dan munkar.

Demikian sambutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada  Peringatan Nuzulul Quran Tahun 1439 H/2018 M Tingkat Nasional, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6.2018) malam.

“Dibangun dengan memperkuat komitmen untuk mewujudkan keadilan secara sosial, ekonomi, hukum dan politik, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mewujudkan negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbul Ghofur,” kata Jokowi.

Bangsa Indonesia, kata Jokowi, harus menjadi khairul ummah. Umat yang terbaik dan besar, kompetitif berkemajuan, berkeadaban, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Dengan hidayah dari Al-Qur’an dan penguasaan teknologi digital, Jokowi optimistis, Insya Allah bangsa Indonesia akan mendapatkan kemuliaan, karomah dari Allah SWT, dan ditinggikan derajatnya.

“Ini sesuai dengan firman Allah bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan,” kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengajak masyarakat membawa bangsa Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Hal ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa manusia benar-benar mengemban perintah Allah SWT untuk memakmurkan kehidupan di dunia, mencerdaskan masyarakat dan bangsa, serta untuk mewujudkan kemaslahatan umum.

“Dengan bersumber pada Al-Qur’an maka kita membangun kemaslahatan, membangun kedamaian, membangun kemajuan dan harmoni di tengah masyarakat,” tutur Jokowi seperti dilansir setkab.go.id.

Acara Peringatan Nuzulul Quran Tahun 1439 H/2018 M itu dihadiri antara lain Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, para pimpinan lembaga negara serta para duta besar negara sahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *