Pemerintah Harapkan Pemilu Serentak 2019 Berjalan Aman

Dinamika politik dalam ajang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2019 memang sudah mulai terasa saat ini. Adanya kelompok masyarakat yang mengingikan adanya pergantian presiden di satu sisi dan kelompok lain yang mengingikan Presiden Jokowi untuk terpilih kembali Pilpres 2019 memang merupakan gejala normal dalam kehidupan perpolitikan di tanah air.

“Pemilu memang merupakan sarana untuk pergantian pemimpin dari level Walikota, Bupati, Gubernur hingga Presiden. Pemilu tidak akan berjalan dengan aman jika tidak ada stabilitas politik. Karena itu, kehidupan politik yang kondusif perlu kita jaga bersama dalam menyambut Pemilu Serentak 2019,” ujar oleh Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri, DR. Bahtiar ketika membuka  Diskusi Politik yang digelar Dirpoldagri, Ditjen Polpum Kemendagri di Hotel Royal, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Menurut Bahtiar, pemilihan kepala daerah gubernur di Jakarta pada 2017 memang berlangsung dalam situasi politik yang memanas. Padahal, setelah terpilih gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uni, kondisi politik berangusur-angsur normal kembali.

“Dalam pesta demokrasi memang wajar jika suhu politik memanas. Jangankan memilih presiden, memilih RT saja kita kadang ribut,” ujar Doktor kelahiran Bone, Sulawesi ini.

Bahtiar menjelaskan, pemerintah telah menetapkan bahwa Pemilu Serentak 2019 (Pileg dan Pilpres dijadwalkan di hari yang sama) yaitu pada tanggal 17 April 2019. Untuk di Jakarta, hanya akan  ada 4  gambar yang akan dicoblos  dalam waktu yang sama yaitu Presiden dan wakilnya, DPR RI, DPRD Provinsi  dan DPD. Sementara di luar Jakarta, akan ada 5 pencoblosan gambar yaitu ditambah DPRD Kabupaten.

Jadi, katanya, silahkan masyarakat memilih apakah akan memilih anggota legislatif yang lama atau mau memilih yang baru. Yang penting, apapun yang dipilih, pelajirilah programnya. Jadilah pemilih yang cerdas dan hati-hati menggunkan hak pilihnya.

Sementara itu, dalam sambutan laporannya, Kasubdit Fasilitasi Pendidikan Etika dan Budaya Politik Dirpoldagri,Cahyo Ariawan meminta karena banyaknya perbedaan cara dan mekanisme pencoblosan pada Pemilu Serentak 2019, masyarakat diminta hati-hati dalam mencolos. Karena jika salah, dikhawatirkan kertas yang akan dicoblos justru akan rusak dan itu berarti kehilangan hak pilihnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *